Penghujung Sore

by - December 07, 2018

Riak ombak bergemuruh. Kilau kekuningannya menari-nari di antara jemari kakiku, lalu meluruh dengan cepat. Udara dari sisa angin laut yang kuhirup dalam-dalam, kuharap bisa menjernihkan.


Tuan,
Biar mawar hitamku kutitipkan padamu saja, ya
Bersama gemuruh angin yang membenturkan diri ke laut
Lalu yang merah kutenggelamkan saja
Di antara kilau pancaran senjamu
Yang kadang-kadang jadi ungu
Ah,
Tapi yang kubawa hanya rindu dan pilu
Sebab katanya, rindu yang kutanam di balik batu akan terkikis dan berlalu
Lantas pilu akan hilang jika kutitip pada pasir
Lenyap disapu ombak


Perutku terasa dingin. Sepertinya langkah pelanku tak sengaja mengarah ke laut. Eh, apa biar sekalian kubenamkan saja sebadan-badan? Tapi aku masih ingin dipeluk angin hingga ke ujung kaki. Meski pelukan angin tak sehangat lautan.

You May Also Like

0 comments