Nihan Ufaira Rizagana. Powered by Blogger.
facebook twitter instagram Email

Tepian Berawan

Kamu tahu bagaimana menghadapi luka akibat putus cinta? Sini, mendekatlah. Biar kuberi tahu.

Saat putus cinta, pelankan kayuhmu. Jangan terburu-buru berhenti dan berbalik. Kakimu masih lemah untuk menjejak dan berbalik arah lalu mengayuh sendirian. Matamu masih kabur sebab air mata sedang penuh di pelupuk. Hatimu masih terlampau rapuh untuk sekadar disapa angin. Pelankan kayuhmu dengan tenang, tak apa meski sekali-kali gemetar.

Awalnya tepat di belakang. Pelankan kayuhmu sampai perbedaan jumlah kayuh membuahkan jarak, sampai ia tak sadar bahwa kamu sudah jauh di belakang. Tutup saja telingamu dari canda dan tawa mereka di depan. Jangan sok kuat dan memaksa membuka telinga demi mencuri dengar. Bisa-bisa egomu menguasai dan berbisik, "harusnya denganku ia bahagia", lalu kamu goyah dan jatuh dibuai amarah.

Jika ada yang tiba-tiba datang dan bilang ingin temani mengayuh, aku mohon acuhkan saja. Kamu belum mampu berdamai dengan hatimu. Bagaimana kamu akan mencinta saat hatimu sedang terluka? Bukannya sembuh, patahan hatimu justru akan melukainya. Lantas ia memilih pergi dan lukamu yang masih basah malah bertambah parah ditambah rasa bersalah. Tahan dirimu dan tolaklah ia dengan baik.

Nanti kamu akan takjub sendiri saat air matamu sudah kering sebab bosan bersua dengan lara, lalu hatimu sudah tak lagi basah oleh luka yang sempat berdarah-darah. Kamu sendiri pun tak sadar saat tiba-tiba kakimu sudah jadi sangat kuat untuk mengayuh sampai jauh tanpa terjatuh. Sendiri ternyata tak masalah, bukan? Sebab di sekelilingmu pemandangan sudah terlampau indah.

Setelahnya, baru kamu boleh persilakan hatimu untuk tersenyum pada sesiapa yang hendak membagi bahagianya denganmu, untuk kamu bagi pula bahagiamu dengannya.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Riak ombak bergemuruh. Kilau kekuningannya menari-nari di antara jemari kakiku, lalu meluruh dengan cepat. Udara dari sisa angin laut yang kuhirup dalam-dalam, kuharap bisa menjernihkan.


Tuan,
Biar mawar hitamku kutitipkan padamu saja, ya
Bersama gemuruh angin yang membenturkan diri ke laut
Lalu yang merah kutenggelamkan saja
Di antara kilau pancaran senjamu
Yang kadang-kadang jadi ungu
Ah,
Tapi yang kubawa hanya rindu dan pilu
Sebab katanya, rindu yang kutanam di balik batu akan terkikis dan berlalu
Lantas pilu akan hilang jika kutitip pada pasir
Lenyap disapu ombak


Perutku terasa dingin. Sepertinya langkah pelanku tak sengaja mengarah ke laut. Eh, apa biar sekalian kubenamkan saja sebadan-badan? Tapi aku masih ingin dipeluk angin hingga ke ujung kaki. Meski pelukan angin tak sehangat lautan.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

Hai, kamu pengunjung ke-

Tentang Aku

Nihan Ufaira

Lebih suka sendiri, tapi kalau ramai asik juga. Suka jus dan susu. Kalau kopi bikin sakit perut, tapi suka juga, yang penting udah makan. Suka jalan-jalan, meskipun lebih banyak rebahan. Suka apa lagi, ya? Coba kita ngobrol dulu kali, ya?

Sosial

  • facebook
  • twitter
  • instagram

Arsip

  • April 2025 (1)
  • December 2024 (2)
  • October 2023 (1)
  • February 2019 (2)
  • January 2019 (1)
  • December 2018 (2)
  • November 2018 (1)

Populer

  • Suara di Ujung Telepon
    Mata perempuan itu berbinar menatap satu kotak berisi set alat menggambar di tangannya. Rencananya, itu akan dijadikan sebagai hadiah untuk...
  • Penghujung Sore
    Riak ombak bergemuruh. Kilau kekuningannya menari-nari di antara jemari kakiku, lalu meluruh dengan cepat. Udara dari sisa angin laut yang ...
  • Sepeda
    Kamu tahu bagaimana menghadapi luka akibat putus cinta? Sini, mendekatlah. Biar kuberi tahu. Saat putus cinta, pelankan kayuhmu. Jangan te...
  • Anak Kucing
    "Mama sama Ayah pergi dulu, ya. Kamu baik-baik di rumah Andi. Jangan nakal dan jangan menyusahkan Nin Dewi." Aku mengangguk. ...
  • Tentang Jarak
    Gerumul awan seputih kapas mengambang lembut di atas, membayangi setiap langkah yang menghantar orang-orang menuju tujuan mereka. Kulihat...

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates